Sajak-Sajak M.Nurcholis


dimuat di Harian Umum Suara Pembaruan. Minggu, 22 Agustus 2010 pada rubrik Cerpen dan Puisi.

SENANDUNG RINDU

surya tak pernah padam meski ghea berhenti berputar
pada angin yang berderu panjang tersimpan pesan: rindu mengharu-biru dalam dadaku terus bertalu

o,sang dinda bestari yang menyiksa diri
pernahkah sejenak kaudengar lamat-lamat sajak rindu?
sajak tentang dirimu yang berbalut manis pasmina biru
sajak tentang senyummu yang terkulum malu

kucoba tautkan rindu pada bahtera kata-kata. namun lantas terhempas oleh samudera ilmumu
kusadar sangat, mencintai sesuatu janganlah terlalu amat
kerana jika hilang atau tak dapat,aku tak akan bermuram tiap saat

tapi dinda bestariku, apabila rinduku karam ditengah lautan,kau menghancurkanku.
membuat hatiku remuk tanpa bentuk
pecah tanpa arah
retak tak berpetak.

Kalibata 2010

BINGKISAN CINTA

sajak apa yang harus kutulis untuk meluruhkan karang hatimu?
tiap kutulis jingga, kau artikan ungu
tiap kuliris rindu, kau artikan tawa
aku heran, kau benarbenar demikian
atau hanya berpurapura saja?

kucoba menggerus akal untuk kemudian diramu dalam air katakata
atau langgam rindu yang ditetes kasturi puja dan puji
semuanya mentah
tak bermakna dihadapmu.

atau, haruskah kupergi sejenak ke negerimu?
membawa bingkisan cinta kepada kedua orangtuamu?
untuk anaknya,
peri biru yang menusukkan tongkat asmara ke dalam jantungku.

Sampang, 2010

JENGAH

mata sayu bercekung legam
badan lesu sendi layu
asa habis terbang bak abu tipis
lelah berkelindan resah beranak jengah!

ingin hilang sejenak dari jakarta dengan segala tetek-bengeknya
kumpulan kentut manusia, kentut kopaja yang membuat umurku makin berkurang saja,
abab berjuta orang yang menguap
berkumpul semua dalam kelimunan.
dalam kentut dalam abab berbagai sebab.

jengah bubrah kayak pesulap bilang abrakadabrah!
busung perut jiwa mengkerut..
menciut, mengerdil kayak krupuk disiram air.

jengah enyah ke tong sampah!
ke tempat manusia-manusia kardus tinggal.
besar rupa kosong isi
di luar terus tak punya isi
suwung, koplok, gabug.

enyah jengah ke tong sampah!

Jakarta, 2010

SUARA-SUARA YANG KUSEBUT SEBAGAI RINDU

kaudengar desiran pohon bambu yg bergemerisik mendayu-dayu?
kaudengar degup jantung berirama dan bernada sendu?
kaudengar lantunan adzan shubuh yang melengking ramping lagi membuat hati merinding?
kaudengar ngengat dan jangkrik bernyanyi krik krik krik pada malam bermusim terik?
kaudengar angin barat yang berderu seru membawa debu?
kaudengar dentingan aplikasi chattingmu berbunyi treng treng treng yg meminta sedikit perhatianmu?
kaudengar tiap saat ada senandung lamat-lamat tentang dirimu, tentang peri bersayap ilmu serta membawa tongkat pena?

kaudengar? semuanya tentang rindu..

Kalibata, 2010

NB: Cerpen edisi itu adalah Cerpen Benny Arnas (Cerita Yang Mencintai Yun karena Yin)

huwaa.. nama saya berdampingan dengan Cerpenis yang udah go Internasional!!! (terharu..)

7 Comments (+add yours?)

  1. akusukamenulis
    Aug 22, 2010 @ 08:12:56

    selamat, Liz..
    jangan lupa makan2nya,,
    bukan begitu kauand-kauand? πŸ˜€

    Reply

  2. stanepistoholic
    Aug 22, 2010 @ 09:13:40

    Alhamdulillah..selamat teman..
    Berikutnya: Bumi, Bulan, dan Mentari…..amin.πŸ™‚

    Reply

  3. rizal
    Aug 23, 2010 @ 01:31:42

    mari kita sambit lahirnya pujangga baru angkatan 2010.. Mantabb. Lanjutkan bung choliz

    Reply

  4. dinoyudha
    Sep 01, 2010 @ 11:45:55

    nampaknya pujangga kita satu ini “perlu” bidadari yang mengejawantah menjadi dinda bestarinya..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: