Sajak-sajak yang kutulis di atas kereta


TARAWIH TERAKHIR

Pada malammalam panjang
Saat orangorang istirah,
kita berserah
Memamah doa
mengasah hasrat
bercinta dengan Yang Maha Pemurah..
meski lelah, meski resah
kita tabah
Menyusuri Jazirah cinta-Nya
–bertirah-tirah

(tentu kita ingat, betapa kita melenakan waktu dengan hal yang tak bermanfaat. menimpakannya dengan shalat. sampai saat ia hendak berangkat, kita tersadar.. sesal hati menyesap. meninggalkannya dalam sepi.tanpa relung-relung yang terisi)

Tarawih ini,
sujud ini
adalah perpisahan denganmu, Sayang
Maafkan aku, maafkan
Tak ada perhiasanku yang layak untukmu
Engkau datang tanpa peluk dariku
Kini kan hilang tertinggal kenang.
Sungguh, aku kan merindumu
Merindumu sangat..
Sampai tiba esok, semburat di hari yang penuh hikmat..

(selamat tinggal,Kekasih. kuharap kita kan bersua lagi. dan tentu, kan kusiapkan baju terindah buatmu. manikmanik mutu manikam serta singgasana. yang tertinggi.dihatiku.)

Pada Kereta Api Purwojaya
29 Ramadhan 1431 H
pukul 08.14

PERPISAHAN

sensasi pertama berkereta
eksekutif tak kuhirau.
pemandangan indah sepanjang pandang, langit membentang
luas tak berbila terabai.
senyap.

kutermenung dalam istirah.
berdebar ramai bergundah-gundah
perihal Kekasih yang hendak pergi.
Pergi ke deretan bulan
Bersemayam menunggu satu edaran
Edaran penuh harap dan cinta.
Menemuinya.
Tahun depan.
Di.
Ramadhan.

Pada Kereta Api Purwojaya
29 Ramadhan
Pukul 08:49

KONSPIRASI SEPANJANG URUSAN

Ini kereta eksekutif kedua yang kunaiki. Dengan memesan jauh
sebelum lebaran datang, dari teman.
Sewaktu pulang kemarin, tercetak dalam karcis nomor

empatbelas A dan B sedang
nomor bangku tertua tiap gerbong adalah tigabelas.

Tiket dipesan atas nama BELI yang
nyata adalah teman dari teman saya yang bekerja dalam jawatan. Ini konspirasi.
Malam ini, pemutar video

berjalan, LCD TV menampilkan
klip musik Matta Band berjudul ketahuan. Dan

memang ketahuan di akhir tayangan tergambar mata
satu dalam bulatan. Mata satu yang seperti dalam uang satu dolar atau lambang dewa mesir itu. Ini konspirasi.
Aku lapar. Cuma ada pramusaji wanita yang
tidak jelita-jelita amat, namun tidak pula jelek

menawarkan makanan.

Nasi goreng atau kotak ramesan. Ambil satu dan
berharga limabelas ribuan. Tidak ada

penjual asongan dalam kereta eksekutif. Daripada lapar, aku makan.

Ini konspirasi.

Tiga hari lalu kita mengobrol. Meraba-raba tentang

peradaban. Dan engkau berkesimpulan
bahwasanya hidup adalah berproses. Dimana pertemuan bisa
direkayasa dan cinta diperoleh dengan tipu daya.
Duh, kok ya harus ada konspirasi dalam cinta!

kereta Purwojaya (eksekutif boo..)

20 September 2010

21:05



MIDNIGHT TRAIN

aku menyadari
bahwasanya waktuku semakin susut
seperti kereta ini yang hendak sampai ke
tujuan, tersusutlah perjalanan.
enam kuartal kita telah saling kenal
membangun alur emosi melalui kanalkanal
perasaan.
kauaku rembulan, matahari bersinar terang
atau peri biru yang berayun dalam aduan rotan.
sudah dekatkah waktu kita?
waktumu dan ku mengakhiri perjalanan,
lekas
kereta ini hampir sampai ke tujuan.

Kereta Api Purwojaya

20 September 2010

00:37

1 Comment (+add yours?)

  1. hiscocks insurance
    Oct 03, 2010 @ 19:54:15

    Great read! I want you to follow up to this topic =D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: