Your Job is not Your Career!


Tulisan ini dibuat setelah membaca buku “Your Job Is Not Your Career!” yang ditulis oleh Rene Suhardono.  Membaca buku sembari membuat beberapa coretan di notes, mencatat hal-hal yang dirasa penting setidaknya bagi diri saya sendiri.  Sebuah pertanyaan sederhana muncul  :  are you happy with your career?

Pertanyaan ini tentu saja mudah untuk dijawab.  Tapi menjadi sulit untuk dijawab secara jujur.  Tidak percaya?  Kita lanjutkan saja diskusinya.  :)

Banyak orang mengira bahwa barometer kehidupan seseorang diukur dengan lambang-lambang seperti uang, jenjang pendidikan, jabatan, pengakuan, dan lain-lain.  Tapi sejatinya, barometer paling penting dalam kehidupan seseorang ada pada masing-masing diri.  Cukup satu pertanyaan yang kembali diajukan  pada diri kita masing-masing  :  apakah saya bahagia?  Kalau pun jawabannya adalah “tidak”, maka pertanyaan kedua kini diajukan  :  apa yang membuat saya merasa bahagia?

Buku CareerCoach ini secara gamblang menjelaskan letak perbedaan JOB dan CAREER.  Banyak orang yang masih beranggapan bahwa keduanya adalah dua hal yang sama.  Tapi berbeda dalam realitanya, setidaknya menurut buku Rene ini.  :D

Jabatan, pangkat, tempat kerja, uang, fasilitas kantor, dan lain-lain adalah pelengkap pekerjaan.  Bahkan bukan pekerjaan itu sendiri, apalagi karir.  Kebanggaan atas karir tidak sama dengan kebanggaan atas fasilitas mobil kantor yang diterima atau gaji di atas rata-rata.  Kebanggaan atas karir berawal dari kejujuran kepada diri sendiri atas apa yang dirasakan, dan keberanian untuk terus jujur atas apa yang dialami.  Coz your job should never define you!  That’s why your job is not your career..

Secara sederhana, perbedaan JOB dan CAREER bisa dilihat pada penjelasan berikut ini  :

JOB adalah milik perusahaan, berkaitan dengan tujuan perusahaan, job description, lingkungan kerja dan kompensasi.  JOB adalah alat -sebagaimana mobil- yang akan mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain.  Sebagai sarana, maka kita menggunakan JOB bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun juga untuk berkembang secara pribadi (personal achievement) dan bermanfaat bagi lingkungan (to give back to the community).

Sedangkan CAREER adalah perjalanan panjang kehidupan profesional tenaga kerja.  Karir berbicara soal impian dan keinginan terbaik kita dalam hidup.  Jangan pernah melihat karir sebagai garis lurus karena bisa jadi kita punya banyak pekerjaan dalam karir sehingga mengalami pergantian profesi di dalamnya.  Karir merupakan totalitas kehidupan profesional sejak mata terbuka di pagi hari hingga kembali terlelap tidur.  Kita bisa dipecat dari pekerjaan namun bukan dari karir.  We are the  boss of our own career. Coz your career is you! Kenali diri sendiri untuk mengetahui hal-hal yang sangat kita minati dalam hidup karena karir berhubungan erat dengan passion!

Coba ingat baik-baik pertanyaan berikut ini :

^  Bagaimana menjalakan hidup yang bermakna dalam proses kehidupan ini?  What is your passion in your life?

^  Bagaimana kita ingin diingat saat tiada nanti (your values)?

^  Bagaimana kita senantiasa membangun pandangan positif sepanjang hidup?  What is your motivation in your life?

^  Apa yang kita lakukan sekarang untuk menjadi “berbeda” dalam berkarya?  What is your action now?

^  Bagaimana kita mencapai kebahagiaan dan kesuksesan hidup?  How do you get your happiness and achievement?

Tidak ada yang salah ketika menjadikan uang, jabatan, dan jenjang pendidikan sebagai refleksi atas karir dalam hidup kita.  Tapi apakah ketika uang kita tidak “tumbuh” dalam tabungan, tidak kunjung naik jabatan, dan kesempatan meraih strata pendidikan yang tinggi terhambat lantas kita merasa bahwa karir kita mengalami penurunan atau kemandegan?  Jadikan hidup lebih bermakna dalam setiap proses kehidupan yang ada.

Satu kali kesempatan, cobalah untuk menikmati kehidupan yang sudah diberikan, just do nothing and enjoy being alive. Menghirup udara pagi sedalam-dalamnya, menikmati terbitnya matahari, atau melihat rintik hujan yang menimbulkan embun pada jendela-jendela kaca.  Semua uang, jabatan, dan jenjang pendidikan itu bukan milik kita dan hanya bersifat sementara.  Refleksikan karir kita berdasarkan level of happiness dan fulfillmentAm i happy here?  Will i be able to fulfill my dreams?  What have i contributed to my surroundings, the society and the universe? Gelar akademis hanya akan terasa sejalan dengan manfaat yang kita berikan pada lingkungan.

Then,

What is your own career?

Do you happy with your career?

Bukankah hal-hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini seringkali hanya perlu sedikit uang?  How much do you have to pay to fall in love with someone? (blog.akusukamenulis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: