KPP 518 : From Bandung(an) With Love


Cahaya matahari pagi mengambang di antara kabut.  Puncak gunung Ungaran masih terbungkus selimut putih saat rombongan Gayamsari menyusuri jalan aspal yang berliku-liku.  Pasar Bandungan yang dilewati pun sudah memulai riuhnya jauh sebelum langit bersemburat warna jingga.  Satu per satu peserta Internalisasi Corporate Value (ICV) sampai di tempat pelatihan.

Kegiatan ICV KPP Pratama Semarang Gayamsari kali ini dilaksanakan di hotel Citra Dewi, Bandungan.  Acara yang berlangsung selama dua hari ini, Sabtu (9/10) dan Minggu (10/10), dibagi dalam 4 sesi materi yakni Manajemen Kebangkitan, Perubahan Proses Bisnis dan Informasi Teknologi (Launching Aplikasi PINTAR – Project For Indonesia Tax Administration Reform), Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Penguatan Nilai dan Komitmen.  Penjelasan Rule of The Game dari panitia mengharuskan semua peserta untuk turut aktif bertanya dan berdiskusi dalam setiap sesi materi.

Manajemen Kebangkitan

Dalam sesi Manajemen Kebangkitan, pemateri menyajikan video pidato Ibu Sri Mulyani dalam Kuliah Umum “Kebijakan Publik dan Etika Publik” di hotel Ritz Carlton Jakarta pada 10 Mei 2010 yang lalu.  Dalam pidatonya Menteri Keuangan kala itu mengajak semua jajaran Kementerian Keuangan untuk ikut memiliki tanggung jawab yang sama terhadap negara ini.  Dibutuhkan banyak pengorbanan untuk mengurus negeri dalam masa transisi yang cukup pelik seperti sekarang ini.

Pada kesempatan ini pula, Menteri Keuangan berbagi testimonial atas kondisi pegawai Kementerian Keuangan.  Pemberitaan di media terlalu banyak mengabarkan bahwa seolah-olah aparat Kementerian Keuangan setelah reformasi masih seperti Gayus.  Padahal banyak sekali aparat yang benar-benar dedicated, kritis, mencintai republik ini, memiliki nurani, dan harga diri.  Mereka bekerja di masing-masing unit tanpa bersuara karena mereka adalah bagian dari birokrasi.

Sebagian kecil memang kelompok aparat yang rakus, yang sangat senang menggunakan kekuasaan dan kewenangan untuk melakukan abuse. Tapi sebagian besar dari aparat Kementerian Keuangan adalah orang-orang terhormat, beri mereka ruang untuk dikenali, baik di lingkungan Kementerian Keuangan maupun masyarakat.  Sehingga landscape bangsa ini tidak didominasi oleh cerita, oleh tokoh, bahkan difabrikasi seolah-olah menggambarkan bahwa seluruh sistem reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan adalah buruk dan runtuh.

Bantu para aparat Kementerian Keuangan yang bersih ini untuk menjaga nyala semangat dan integritas mereka.  Ada keinginan di dalam hati mereka untuk menunjukkan bahwa reformasi birokrasi ini masih berjalan sebagaimana mestinya.  Mereka adalah orang-orang yang mencintai republik ini.  Kecintaan terhadap negeri inilah yang akan terus menjaga suara hati dan etika para aparat dalam bertindak, berbuat, dan membuat keputusan.  “Jangan pernah berputus asa untuk mencintai republik,” tandas Menteri Keuangan dalam pidatonya.

Perubahan Proses Bisnis dan Transformasi

Dunia yang selalu berubah menuntut masyarakat dan negara untuk selalu beradaptasi terhadap setiap perubahan yang ada.  Hanya mereka yang mampu berinovasilah yang mampu bertahan di tengah perubahan dan persaingan yang ada.  Hal ini pula lah yang mendasari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selalu melakukan inovasi, baik dari segi sistem informasi teknologi maupun sumber daya manusia yang ada.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh DJP guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan mutu pelayanan public yang baik adalah meluncurkan aplikasi PINTAR – Project of Indonesian Tax Administration Reform. Di sesi kedua ini, pemateri memberikan materi tentang aplikasi mutakhir ini guna memperdalam pengetahuan serta menyamakan persepsi aparat Kementerian Keuangan mengenai konten PINTAR.  Konten aplikasi yang disajikan dalam PINTAR meliputi komponen registrasi Wajib Pajak, Pengolahan SPT, Rekening Pajak Wajib Pajak, Pemeriksaan, Penagihan, Keberatan dan Bandung, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Seperti halnya alat bernama “motor” yang membutuhkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengoperasikannya, maka hal ini pula yang dibutuhkan oleh aplikasi PINTAR.  Dalam sesi ketiga kali ini, pemateri membahas tentang komponen SDM yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan mutu pelayanan publik yang baik.  Pembahasan pun berlanjut pada hal-hal yang berkaitan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, pengendalian internal, manajemen risiko, dan pengelolaan aplikasi PINTAR itu sendiri.  Salah satu hal yang kemudian perlu digarisbawahi adalah meskipun PINTAR akan menghasilkan proses bisnis yang terkomputerisasi dan meminimalkan pekerjaan manual, fakor kemampuan manjerial tetap menjadi bagian penting dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada.

Penguatan Nilai dan Komitmen

Di sesi terakhir ini, para peserta diajak untuk berkomitmen untuk terus bekerja sesuai dengan slogan DJP Maju, Pasti!  Aparat Pajak diharapkan untuk mampu bekerja secara profesional, memiliki integritas, mampu bekerja dalam sebuah teamwork, dan selalu berinovasi dalam melakukan pelayanan kepada publik.  Di dalam sesi ini pula para peserta mengucapkan Deklarasi DJP Maju Pasti!  Tentu saja, deklarasi ini tidak akan mampu memberikan pengaruh apa pun ketika semangat integritas itu tidak dinyalakan di dalam diri masing-masing aparat.  Jangan pernah berhenti mencintai negeri ini karena membangun Indonesia yang lebih baik adalah bagian dari sebuah ibadah.

Pelatihan ICV yang berlangsung selama dua hari ini berlangsung dinamis dan diwarnai dengan berbagai diskusi para pegawai KPP Pratama Semarang Gayamsari.  Semua jabatan dan golongan ketika berada di kantor ditanggalkan dan selama pelatihan itu semua peserta memiliki kedudukan sama untuk mampu bersikap kritis dalam memberikan masukan demi kepentingan DJP sendiri.

Keterlibatan para peserta dalam memberikan kritik dan saran ini pula yang diharapkan mampu meningkatkan sense of belonging aparat pajak di KPP Pratama Semarang Gayamsari terhadap proses reformasi birokrasi jilid dua yang ada di dalam tubuh DJP.  Pelatihan internal yang dilakukan secara efektif dan berkesinambungan diharapkan mampu menjadi sebuah media komunikasi efektif dalam perbaikan di tubuh DJP bahkan jauh dari kesan menghambur-hamburkan keuangan negara.

Besar harapan kami bahwa pasca pelatihan ICV para pegawai Gayamsari memiliki semangat baru dalam berpartisipasi menyukseskan reformasi birokrasi perpajakan jilid dua.  Selalu ada awal untuk sebuah perjuangan, tapi tak pernah ada akhir.  Kembali mengutip kata-kata Ibu Sri Mulyani dalam pidatonya, “Jangan pernah berputus asa untuk mencintai republik ini”.  Dan dari pelatihan di Bandungan ini pula, KPP Pratama Semarang Gayamsari akan terus belajar untuk lebih berdedikasi sebagai wujud cinta kepada negeri.  (blog.akusukamenulis)

1 Comment (+add yours?)

  1. dinoyudha
    Oct 12, 2010 @ 14:34:57

    KPP 518 itu maksudnya bagaimana Bu?

    Sebuah upaya yang baik dan hasil dari pelatihan tersebut hendaknya menjadi bekal untuk diterapkan dalam kinerja keseharian di kantor.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: