Menyoal Kasus Pembayaran PBB Dobel


Di era globalisasi seperti sekarang ini, hampir semua transaksi pembayaran bisa dilakukan oleh masyarakat secara online.  Mulai dari kredit motor, listrik, telepon, kartu kredit, PBB, dan lain sebagainya.  Namun era baru ekonomi online ini bukan tanpa masalah dalam perkembangannya.

PBB yang mulai menerapkan sistem pembayaran online sejak beberapa tahun terakhir pun tidak luput dari permasalahan.  Salah satu permasalahan yang muncul adalah terjadinya pembayaran PBB dobel.  Wajib pajak sudah melakukan pembayaran untuk PBB terutang tahun 2004 tapi ternyata belum tercatat di kantor pajak.  Dan ketika wajib pajak tidak memiliki bukti pembayaran yang bisa ditunjukkan kepada petugas pajak, tentu saja klaim tersebut tidak dapat diterima.  Wajib pajak harus membayar kembali PBB terutang untuk tahun 2004 yang diakui telah dilunasinya.

Kasus pembayaran PBB dobel seharusnya tidak perlu terjadi.  Harus diakui, masih banyak WP yang menganggap remeh tentang pentingnya menyimpan bukti pembayaran PBB.  Ketika WP selesai membayar PBB, terutama melalui BKK di kelurahan atau ATM, bukti pembayaran itu banyak yang dibuang begitu saja.  Padahal bukti pembayaran itu penting, bukti bahwa wajib pajak telah menyetorkan uang ke kas negara.

Adapun hal-hal yang harus dilakukan WP agar terhindar dari pembayaran PBB dobel adalah sebagai berikut  :

Pertama, kumpulkan kembali bukti-bukti pembayaran PBB tahun-tahun sebelumnya.  Baik itu bukti pembayaran dari bank persepsi di kantor pajak, BKK di Kelurahan, maupun struk PBB online yang dibayar via ATM.  Petugas pajak hanya menerima bukti pembayaran yang sah.  Dan semua bukti pembayaran di atas adalah sah.

Kedua, khusus untuk bukti pembayaran PBB berupa struk ATM, kertas struk tersebut harus difotokopi.  Hal ini dilakukan karena tinta yang digunakan untuk mencetak struk ATM tidak tahan lama.  Dalam jangka waktu tertentu, tulisan di atas kertas struk ATM akan pudar dan hilang.

Ketiga, datangi kantor pajak tempat dimana tanah dan atau bangunan tersebut terdaftar.  Mintalah catatan pembayaran PBB dengan menyebutkan Nomor Objek Pajak (NOP) yang tertera di dalam SPPT.  Tidak perlu membawa SPPT PBB tahun terakhir, sepanjang wajib pajak mengetahui NOP maka printout bisa didapatkan.  Hasil printout catatan pembayaran PBB inilah yang akan sangat membantu WP untuk melakukan cek dan ricek atas tunggakan pajak yang tertera di dalamnya.

Ketika wajib pajak menemukan adanya ketidaksinkronan antara printout catatan pembayaran dan bukti pembayaran tahun-tahun sebelumnya yang dimiliki oleh wajib pajak, maka wajib pajak berhak melakukan komplain.

Petugas pajak kemudian akan meneliti tentang sah atau tidaknya bukti pembayaran yang dibawa oleh WP.  Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya dokumen perpajakan fiktif yang masih kerap beredar di masyarakat.  Jika petugas pajak menganggap bahwa tanda bukti pembayaran tersebut sah, maka petugas akan melakukan entri data tersebut ke sistem catatan pembayaran PBB.  Jika PBB terlanjur dibayar dobel berdasarkan bukti pembayaran sah yang mampu ditunjukkan oleh wajib pajak, maka restitusi PBB dapat diajukan.  Dengan demikian, wajib pajak akan terhindar dari kasus pembayaran PBB dobel.  (blog.akusukamenulis)

*dimuat di Harian Semarang, 11 November 2010

3 Comments (+add yours?)

  1. dinoyudha
    Nov 05, 2010 @ 10:06:47

    Banyak terjadi ya? frekuensi kejadiannya seberapa banyak?

    Reply

  2. thekoez
    Jun 10, 2011 @ 22:18:10

    Emang orang pajak banyak malingnya! Saya mengalami saat akan jual rumah, ternyata 4 dari 10 tahun pembayaran PBB bolong2

    Reply

  3. Gatto
    Oct 13, 2012 @ 19:55:50

    dimana mana samaaaaa…..saya sudah bayar via BRI, dan dapat stts, tapi di Kantor pajak masih ada tagihan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: