Kapan Perusahaan Mengimplementasi Entreprise Resource Planning (ERP)


<Apabila anda bekerja di perusahaan-perusahaan besar sekelas Astra internasional, pertamina, Toyota manufacturing, danone, dan beberapa perusahaan lain tentu anda sangat familiar dengan kosakata ERP (enteprise resource planning). ERP adalah sebuah aplikasi terintegrasi berbasis computer yang digunakan untuk mengelola sumberdaya internal maupun eksternal, meliputi asset berwujud, keuangan, barang, dan sumber daya. Tujuan dari ERP ini adalah untuk memfasilitasi arus informasi di antara semua fungsi bisnis dalam lingkungan organisasi dan mengelola hubungan dengan pihak di luar perusahaan. Dengan dibangun pada database yang tERPusat dan menggunakan platform komputasi tertentu ERP dapat mengkonsolidasikan semua operasi bisnis dalam suatu system standar korporasi. (Bidgoli, 2004)
Ada banyak program ERP yang dikembangkan saat ini. Mulai dari yang proprietary hingga open source. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa memang software ERP yang open source tertinggal jauh dengan yang proprietary. Beberapa software ERP yang menguasi pasar ERP di dunia antara lain SAP, Oracle, The Saga Group, dan Microsoft. SAP dan oracle menguasai pangsa pasar ERP dengan market share masing-masing 30% dan 21%. (Bailor, 2007). Namun dunia ERP saat ini masih didominasi pertarungan antara SAP dan Oracle.
Sebuah ERP terdiri dari beberapa modul. Secara modular, software ERP biasanya terbagi atas modul utama yakni Operasi serta modul pendukung. Secara umum modul erp terdiri dari 4 hal: FI (firm information: accounting and finance), production and manufacturing, marketing and sales, human resources dan payroll. Sebuah perusahaan dimungkinkan untuk mengimplementasikan ERP itu beberapa modul saja, misalnya hanya modul fi saja, atau modul human resources saja. Bagi perusahaan penggunaan ERP ini akan mempunyai manfaat Integrasi data keuangan, Standarisasi Proses Operasi, Standarisasi Data dan Informasi.

Pertanyaan besar kemudian adalah apakah kapankah sebuah perusahaan harus mengimplementasikan sebuah ERP. Ada banyak pembahasan dan kajian yang membahas mengenai hal ini. Namun demikian, menurut saya simplenya adalah bahwa untuk mengimplementasikan ERP sebuah perusahaan harus mempertimbangkan masak-masak mengenai signifikasi penggunaan ERP tersebut. Apakah penggunaan ERP mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan profit. Hal kedua yang menjadi pertimbangan adalah masalah cost. Biaya untuk implementasi ERP ini sangat mahal. Mahal tidak hanya mulai dari harga license ERP yang bisa mencapai puluhan milyar tetapi juga untuk biaya support dan maintenance nya yang juga sangat mahal. Dengan demikian jelas bahwa perusahaan menengah yang omsetnya hanya puluhan milyar setahun sulit untuk menerapkan ERP.
Namun demikian perkembangan beberapa tahun terakhir baik SAP maupun oracle mengeluarkan paket ERP untuk UKM yang harganya jauh lebih murah dengan pengurangan fitur-fitur tentunya. SAP mengeluarkan software mySAP all in one dan oracle dengan business suitenya. Program ini mungkin menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan skala menengah yang ingin mencoba menggunakan ERP. Program ini menurut saya pribadi jauh lebih efektif daripada harus membeli ERP satu modul tertentu saja.

Bibliography
Bailor, Coreen. 2007. For CRM, ERP, and SCM, SAP Leads the Way. destinationcrm. [Online] 07 05, 2007. http://www.destinationcrm.com/articles/default.asp?ArticleID=6162.
Bidgoli, Hossein. 2004. The Internet Encyclopedia, Volume 1 . p. 707. s.l. : , John Wiley & Sons, Inc, 2004.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: