White Rose

I have whispered to your ears

I have shown to your eyes

About language of white roses

In the middle of the houses

I thought that I Understood

But silent looks like good

Light to break throught the window

Make myself black the shadow

After all I want to smile

Step on land fertile

Please grow up with gratitude

Tranformasi Kelembagaan, Episode Baru Reformasi Birokrasi

Reformasi birokrasi yang selama lima tahun belakangan ini digembar-gemborkan telah merubah sebagian wajah birokrasi Indonesia. Ada yang sudah berhasil , ada yang sedang merintis, bahkan ada pula yang belum melakukannya. Reformasi birokrasi merupakan sebuah proses dan bukan sebuah tujuan akhir. Seperti halnya kesuksesan, kesuksesan bukan merupakan tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Kementerian Keuangan telah melakukan reformasi birokrasi, mungkin belum sempurna, namun setidaknya banyak hal sudah berubah menjadi lebih baik.

 

Sekarang jamannya reformasi kelembagaan. Sebagaiamana kita ketahui bersama reformasi birokrasi terdiri dari tiga pilar utama yakni penyempurnaan struktur organisasi dengan penajaman tugas dan fungsi di setiap unit kerja, penyempurnaan proses bisnis (standard operating procedure), dan penataan Sumber Daya Manusia. Meski demikian, pelayanan masih ada beberapa yang perlu dibenahi, profesionalisme birokrat perlu ditingkatkan, pelayanan harus mengikuti perkembangan jaman, sebagai contoh adalah pengenalan teknologi informasi. Selain itu pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja serta memperkokoh kelembagaan.

 

Reformasi Birokrasi selama ini sudah baik namun banyak pengamat khawatir. Mereka khawatir kalau reformasi birokrasi ini tidak menyentuh hal-hal yang tak dapat dilihat kasat mata. Rhenald Kasali, dalam bukunya-Myelin- menyebutnya sebagai intangible asset/aktiva. Kalau di Honda, nilai yang paling menonjol adalah inovasi tiada henti. Di Blue Bird, nilai yang paling menonjol adalah kejujuran. Dalam sistem akuntansi manapun, intangible asset tidak dapat dinilai, tapi kenyataannya ada. Aset inilah yang tidak dapat dicuri oleh lembaga lain terlebih dalam waktu yang pendek.

 

Peningkatan kelembagaan dapat dilakukan dengan berbagai langkah, di antaranya dengan meningkatkan koordinasi antar individu juga organisasi. Kementerian Keuangan adalah organisasi besar dan merupakan living organism. Artinya organisasi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan masyarakat. Transformasi kelembagaan adalah perubahan nilai-nilai organisasi dan pendekatan dalam menciptakan nilai-nilai baru tersebut. Tranformasi kelembagan bukan berarti merubah total apa yang sudah baik, melainkan menyempurnakan yang sekiranya masih kurang.

 

Untuk melakukan tranformasi kelembagaan kita memerlukan orang-orang yang berkompeten. Syarat orang-orang yang berkompeten adalah:

1. memenuhi persyaratan baik secara pangkat maupun pengalaman.

Pangkat yang tinggi namun miskin pengalaman tidak bisa memenuhi syarat untuk menjadi pimpinan. Pengalaman adalah sarana untuk membentuk karakter bijaksana. Kadang-kadang, orang promosi hanya karena pangkatnya saja yang tinggi, namun miskin pengalaman.

2. Mempunyai kemampuan, baik itu hardskill maupun softskill

Kemampuan ini diharapkan dapat menghasilkan output dan outcome yang optimal. hardskill adalah kemampuan dalam bidang tertentu dan lebih mengarah kepada kecerdasan fisik. Sedangkan softskill adalah kemampuan dalam hal berkomunikasi dan mengelola emosi dan lebih mengarah pada kecerdasan emotional.

3. Menyesuaikan diri dengan ekspektasi rakyat, institusi, dan stakeholder

Di sektor swasta/privat kita mengenal istilah “customer oriented” untuk menciptakan service exellent/pelayanan prima. Di sektor pemerintah/publik, “customer”nya lebih luas lagi, yakni stakeholder (pemangku kepentingan). stakeholder eksternal diantaranya adalah rakyat, sementara stakeholder internal adalah pegawai atau institusi itu sendiri.

 

Di balik setiap pertumbuhan yang pesat dan di balik setuap kesuksesan yang besar adalah komitmen untuk mengembangkan personalnya. jangan sampai ada lagi mentalitas kepiting. Mentalitas iri dengki yang tidak mau membiarkan rekan/bawahannya berkembang. Jika minimal ada dua kepiting mau sudah masuk ember, tidak perlu tutup, karena satu sama lain akan saling tarik menarik, tidak akan membiarkan temannya lolos. Tujuan akhir  dari transformasi kelembagaan adalah menciptakan kepercayaan publik. Segala kebijakan pemerintah akan berjalan baik jika adalah dukungan rakyat/masyarakat.

 

Siko Dian Sigit Wiyanto

Serat Sastrakuntansi

Tertulis neraca dengan akun pikiran dan hati

Mengilhami gerak gelora tak berkesudahan

Aku teriak dan air mata tak beriak

Aku senyum namun kata masih sejuk terkulum

 

Rugi laba tidak berlaku pada cinta

Audit pun tak dibutuhkan karena setia dan rasa percaya

Nikmatku menggenggam rindu

Nikmatku mengenang setiap jurnal memori kala itu

 

Aku tak bosan berganti periode

Sinetron yang punya banyak episode

Kau berikan banyak kode

Tak sering berubah seperti mode

 

Seperti kesabaran Bima pada Guru Durna

Lautan dikuras, gunung didaki demi air suci

Kesetiaan tanpa prasyarat apapun

Tanpa prasangka buruk apapun



Harapan Masyarakat kepada PNS

Ribuan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk melamar sebagai Pegawai negeri sipil (PNS). Tentu banyak motivasi yang menggerakkannya. PNS adalah pelayan masyarakat. Bahkan dalam bahasa Inggri, PNS diartikan sebagai “Civil Servant”. PNS sebagai pelayan masyarakat adalah paradigma baru. Selama ini PNS identik dengan golongan yang harus dilayani. PNS kedudukannya sama dengan masyarakat lain. Hanya saja mereka bekerja pada sektor yang berbeda yakni sektor pemerintah/publik. Masyarakat pada umumnya sangat menaruh harapan pada PNS. Oleh karena itu PNS memiliki kewajiban untuk memanage (hold)

 

1. Kantor pemerintah

 

Kantor di sini bermakna luas. Kantor adalah tempat kerja. Tidak hanya ruangan dengan meja, kursi, dan komputer. Taman bagi dinas pertamanan, sekolah, dan puskesmas juga kantor. Kantor pemerintah adalah milik masyarakat. Setiap orang berhak mendapat pelayanan di sana. Pengelolaan infrastruktur kantor adalah dengan memperhatikan kondisi di sana. Jika kurang baik, segera laporkan kepada satuan atas atau pimpinan. Misalnya kalau PNS di sekretariat tidak dapat komputer, maka tidak perlu menunggu pimpinan tahu sendiri. Terlebih bagi yang sudah menjadi pejabat, sense peduli lingkungan seperti ini perlu. Mereka punya power. Jika ada kendala, koordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

 

Kemudian di masalah suprastruktur. Seringkali pemberian layanan terhalang dengan peraturan-peraturan yang tidak akomodatif. Perlu masukan bawahan dan dukungan pimpinan untuk merubahnya. Standard Operating Procedure (SOP) adalah pedoman baku untuk memberikan layanan. Namun demikian, perlu fleksibilitas jika kondisi sudah darurat. Ada kondisi “force majeur” yakni peraturan perlu “diterobos” demi mengeliminasi keadaan yang lebih buruk. Untuk menghindari permisifisme, perlu kriteria yang jelas untuk menentukan kondisi darurat. Lebih baiknya kriteria tersebut tertulis di SOP untuk mengurangi perdebatan.

 

2. Aset Publik

 

Pada dasarnya, rakyat-lah yang memiliki aset publik. PNS bekerja menggunakan aset tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Aset publik juga disebut sebagai kekayaan negara. Sebelum tahun 2004, kita tidak tahu berapa aset negara yang sebenarnya, baik itu aset bergerak (kendaraan dan peralatan) maupun aset tidak bergerak (tanah dan bangunan). Sekarang aset tersebut dinilai dan dihitung. Hasilnya dimasukkan ke neraca pemerintah. PNS menggunakan aset pemerintah bertanggung jawab dalam memeliharanya. Bukan seperti menggunakan mobil plat merah untuk keperluan pribadi atau kepentingan keluarganya sematan. PNS memiliki tanggung jawab moral agar aset tersebut bermanfaat sebaik-baiknya bagi masyarakat.

 

3. Kepercayaan Publik

 

Reformasi Birokrasi yang kemudian dilanjutkan dengan tranformasi kelembagaan bertujuan untuk membentuk kepercayaan publik. Bayangkan jika publik sudah tidak percaya lagi kepada PNS yang notabene bagian dari pemerintah. Bayangkan jika kasus beberapa oknum pegawai bisa membuat masyarakat acuh terhadap kewajiban mereka. Maka roda pemerintahan tidak akan jalan. Cita-cita bangsa akan jalan di tempat. Tanpa kepercayaan publik, PNS tidak akan dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal. Kepercayaan publik inilah yang harus dipertahankan, bahkan kalau perlu ditinggakatkan untuk menjamin tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

 

PNS harus dapat menentukan macam pelayanan kepada masyarakat. Beberapa layanan unggulan di beberapa unit layanan adalah buah dari kemampuan tersebut. Oleh karena itu, PNS harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keinginan masyarakat. Selain itu, dalam manajemen berbasis kinerja, PNS harus bisa memonitor target dari setiap layanan yang diberikannya. Seorang guru harus bisa memonitor kinerja kegiatan belajar mengajarnya. Seorang guru juga bertanggung jawab terhadap kelulusan peserta didiknya. Target guru lebih dari itu. Masyarakat tidak hanya ingin siswa-siswa guru tersebut lulus saja, tapi juga meningkat perilaku baiknya. Bahkan lebih dari itu! siswa-siswa tersebut harus bisa menjadi bagian dari pembangunan dengan bekal ahlak mulia dan ketakwaan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

 

Siko Dian Sigit Wiyanto

Sumber: hasil perenungan Ceramah Umum Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Dr. R.B. Permana Agung Darodjatun, M.A. di Gedung G Kampus STAN.

Ketika Cinta Berjuang

Hati riang berbalut tenang
Tak hilang pandangku pada mahluk paras syahdu
Kenapa baru bertemu sekarang
Saat asaku hampir hilang

Mohonku memetik melati putih
Harumnya wangi semerbak kasih
Kan kuarungi tujuh samudera untuk taklukkan cinta
Pada edelweis dari puncak himalaya

Aku ingin membawamu ke tempat yang lebih indah dari mimpi
Lebih tinggi dari angan-angan tak bertepi
Ku ingin jadi pelindung saat mendung menggulung
Saat badai mengamuk siap meremuk
Saat halilintar siap menyambar dengan kasar

Aku tak ingin kau pergi
Pergi tanpa kata, tanpa janji
Aku ingin kita bersama seiring berjalan waktu
Menuju kenikmatan tak jemu

Maka ijinkan aku jatuh cinta
Pada bidadari bak tulang rusuk
Bukalah pintu biar ku masuk
Menemanimu sampai ujung usia

Previous Older Entries