Tranformasi Kelembagaan, Episode Baru Reformasi Birokrasi


Reformasi birokrasi yang selama lima tahun belakangan ini digembar-gemborkan telah merubah sebagian wajah birokrasi Indonesia. Ada yang sudah berhasil , ada yang sedang merintis, bahkan ada pula yang belum melakukannya. Reformasi birokrasi merupakan sebuah proses dan bukan sebuah tujuan akhir. Seperti halnya kesuksesan, kesuksesan bukan merupakan tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Kementerian Keuangan telah melakukan reformasi birokrasi, mungkin belum sempurna, namun setidaknya banyak hal sudah berubah menjadi lebih baik.

 

Sekarang jamannya reformasi kelembagaan. Sebagaiamana kita ketahui bersama reformasi birokrasi terdiri dari tiga pilar utama yakni penyempurnaan struktur organisasi dengan penajaman tugas dan fungsi di setiap unit kerja, penyempurnaan proses bisnis (standard operating procedure), dan penataan Sumber Daya Manusia. Meski demikian, pelayanan masih ada beberapa yang perlu dibenahi, profesionalisme birokrat perlu ditingkatkan, pelayanan harus mengikuti perkembangan jaman, sebagai contoh adalah pengenalan teknologi informasi. Selain itu pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja serta memperkokoh kelembagaan.

 

Reformasi Birokrasi selama ini sudah baik namun banyak pengamat khawatir. Mereka khawatir kalau reformasi birokrasi ini tidak menyentuh hal-hal yang tak dapat dilihat kasat mata. Rhenald Kasali, dalam bukunya-Myelin- menyebutnya sebagai intangible asset/aktiva. Kalau di Honda, nilai yang paling menonjol adalah inovasi tiada henti. Di Blue Bird, nilai yang paling menonjol adalah kejujuran. Dalam sistem akuntansi manapun, intangible asset tidak dapat dinilai, tapi kenyataannya ada. Aset inilah yang tidak dapat dicuri oleh lembaga lain terlebih dalam waktu yang pendek.

 

Peningkatan kelembagaan dapat dilakukan dengan berbagai langkah, di antaranya dengan meningkatkan koordinasi antar individu juga organisasi. Kementerian Keuangan adalah organisasi besar dan merupakan living organism. Artinya organisasi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan masyarakat. Transformasi kelembagaan adalah perubahan nilai-nilai organisasi dan pendekatan dalam menciptakan nilai-nilai baru tersebut. Tranformasi kelembagan bukan berarti merubah total apa yang sudah baik, melainkan menyempurnakan yang sekiranya masih kurang.

 

Untuk melakukan tranformasi kelembagaan kita memerlukan orang-orang yang berkompeten. Syarat orang-orang yang berkompeten adalah:

1. memenuhi persyaratan baik secara pangkat maupun pengalaman.

Pangkat yang tinggi namun miskin pengalaman tidak bisa memenuhi syarat untuk menjadi pimpinan. Pengalaman adalah sarana untuk membentuk karakter bijaksana. Kadang-kadang, orang promosi hanya karena pangkatnya saja yang tinggi, namun miskin pengalaman.

2. Mempunyai kemampuan, baik itu hardskill maupun softskill

Kemampuan ini diharapkan dapat menghasilkan output dan outcome yang optimal. hardskill adalah kemampuan dalam bidang tertentu dan lebih mengarah kepada kecerdasan fisik. Sedangkan softskill adalah kemampuan dalam hal berkomunikasi dan mengelola emosi dan lebih mengarah pada kecerdasan emotional.

3. Menyesuaikan diri dengan ekspektasi rakyat, institusi, dan stakeholder

Di sektor swasta/privat kita mengenal istilah “customer oriented” untuk menciptakan service exellent/pelayanan prima. Di sektor pemerintah/publik, “customer”nya lebih luas lagi, yakni stakeholder (pemangku kepentingan). stakeholder eksternal diantaranya adalah rakyat, sementara stakeholder internal adalah pegawai atau institusi itu sendiri.

 

Di balik setiap pertumbuhan yang pesat dan di balik setuap kesuksesan yang besar adalah komitmen untuk mengembangkan personalnya. jangan sampai ada lagi mentalitas kepiting. Mentalitas iri dengki yang tidak mau membiarkan rekan/bawahannya berkembang. Jika minimal ada dua kepiting mau sudah masuk ember, tidak perlu tutup, karena satu sama lain akan saling tarik menarik, tidak akan membiarkan temannya lolos. Tujuan akhir  dari transformasi kelembagaan adalah menciptakan kepercayaan publik. Segala kebijakan pemerintah akan berjalan baik jika adalah dukungan rakyat/masyarakat.

 

Siko Dian Sigit Wiyanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: