Bulan-Bulanan Isu


Masih ingat kejadian beberapa Minggu yang lalu, saya pulang dengan kereta Senja Utama Solo disambung bis dari Solo ke Kecamatan Jumapolo, Kabupaten sekitar 20 km dari pusat kota Solo. Di tengah perjalanan, naiklah beberapa Ibu beserta anaknya. Saat yang bersamaan ada seorang penjual koran memasuki bus dan mulai berteriak “Bapak-bapak! Ibu-Ibu! berita mengenai perkembangan kasus century….”. Kemudian terdengarlah sahutan satu diantara Ibu-Ibu tadi, “Oh, kalau kasus century saya tidak ketinggalan. Favorit saya adalah stasiun TV XXXXX dan XXXXXXX”. Saya tidak kaget mendengar jawaban Ibu tadi karena kedua stasiun televisi nasional swasta itulah yang paling gencar mengangkat isu tersebut ke publik, atau barangkali hanya mereka saja yang bersemangat.

Sudah tidak asing lagi atau sudah jadi rahasia umum bahwa media merupakan sarana ampuh untuk membentuk opini publik. Apalagi jika media tersebut memiliki oplah atau konsumen yang besar. Media tahu betul bagaimana harus menyajikan suatu isu ke tengah publik. Sebuah peristiwa atau isu tidak akan menarik jika pemberitaannya dimuat secara menyeluruh. Media akan lebih suka memotong-motong kebenaran sehingga rentan terciptanya bias informasi. Media independen akan mengupas suatu isu secara komprehensif dengan menampilkan seluruh angel. Jadi  pernyataan opinion leader kontra atau yang pro saja yang dimuat. Pemberitaan yang baik harus dapat menampilkan kedua sisi (cover both side).

Redaksi media sangat menentukan komposisi dan rasa penyajian suatu berita. Jadi sangat wajar apabila ada suatu media seakan-akan memiliki tendensi kepada kepentingan salah partai politik. Apalagi yang memilikinya adalah salah satu pembesar partai politik itu sendiri. Selain itu, Setiap media memiliki visi masing-masing. Setiap penyajian informasi yang ada didalamnya sebisa mungkin diselaraskan dengan visi yang telah ditetapkan. Misalnya, jika suatu media memiliki visi menjadi sumber informasi dan inspirasi bisnis untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa, maka isi beritanya tidak boleh memuat unsur-unsur politis atau infotainment. Pemilihan kata-kata dalam penulisan berita dapat menimbulkan persepsi yang berbeda.

Satu hal yang mendasar untuk diperhatikan adalah sikap publik atas suatu isu yang berkembang. Jangan sampai bangsa kita hidup dengan satu isu kemudian pindah ke isu yang telah dibentuk media. Bahkan publik hendaknya memiliki sikap kritis terhadap isi pemberitaan. Terlebih, apabila isi berita menimbulkan keraguan kuat karena tidak didukung data yang jelas. Publik yang cerdas adalah yang dapat memilah dan memilih mana isu penting dan mana isu komoditas kepentingan. Barangkali isu skimming/pembobolan ATM malah lebih penting daripada isu dugaan penyalahgunaan wewenang bailout Bank Century.

Isu Skimming kartu ATM telah menimbulkan kerugian materi yang nyata. Publik mendapatkan manfaat dari munculnya isu ini yaitu setidak-tidaknya dapat lebih waspada dalam bertransaksi dengan mesin tersebut. Di lain sisi, isu bailout century baru seputar dugaan dan tidak semua orang tahu duduk permasalahan yang sebenarnya. Lagipula sekarang perekonomian sudah stabil, inflasi telah mencapai titik terendah selama satu dekade terakhir.

Sikap berlebihan terhadap isu tersebut malah dapat menimbulkan instabilitas terlebih sistem perekonomian kita adalah sistem perekonomian terbuka. Suatu isu dapat mengakibatkan naik turunnya nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Penuntasan kasus Century semoga dapat dilakukan secara adil, obyektif dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dan bukan karena nafsu ingin menjatuhkan. Rakyat tengah menanti hasil dari penggunaan uang negara sebesar lima miliar untuk menuntaskan kasus ini.

Siko Dian Sigit Wiyanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: