Ubuntu 10.10/Maverick Meerkat

Pada suatu hari saya diminta untuk menginstall Ubuntu di netbook salah seorang bos di kantor. Saya bantu installkan menggunakan bonus DVD majalah InfoLinux edisi 12/2010. Awalnya saya mencoba install Ubuntu Netbook Edition, tapi saya malah jadi bingung menggunakannya, belum terbiasa (saya aja bingung, apalagi yang punya netbook nanti, yang saya kira belum pernah memakai Ubuntu sebelumnya). Netbook itu lalu saya install ulang dengan Ubuntu 10.10 Desktop — setelah saya mencoba sebelumnya secara LiveCD dan ternyata kuat-kuat aja.

Saya jadi pengen juga menginstall Ubuntu di komputer yang saya pakai di kantor. Soalnya, installer yang ada di bonus majalah itu paketnya sudah lengkap; sudah ada paket untuk memutar file-file multimedia, serta sudah ada beberapa aplikasi dan tools. Saya install di PC kantor menggunakan wubi; install Ubuntu melalui Windows. Tinggal jalankan wubi.exe yang ada di DVD installer dan next, next, next as usual sebagaimana install program di Windows. Tinggal ikuti petunjuknya saja. Mudah.

Saya suka menginstall dengan wubi karena kemudahannya itu, tak perlu repot2 mempartisi hard disk (yang bisa jadi berbahaya kalu nggak ngerti, hehe). Dengan wubi, Ubuntu akan diletakkan di suatu folder yang tempatnya bisa kita pilih. Jika mau “membuang” Ubuntu, tinggal uninstall dari Add/Remove Programs di Windows.

Berikut saya tampilkan beberapa cuplikan layar Ubuntu yang saya gunakan.

Tema: Radiance yang dimodifikasi.
Icon: Faenza (info: http://www.gnome-look.org) — i love this icon set.
Ms Office 2007 diinstall menggunakan PlayOnLinux (www.playonlinux.com)
Efek visual menggunakan Ubuntu Tweak dan Compiz.

This slideshow requires JavaScript.

Kesan Pada Hari Kelima

Yap, hari ini (17/12) adalah hari kelima saya menggunakan Ubuntu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kantor. Saya hanya mengerjakan pekerjaan tulis menulis menggunakan aplikasi pengolah kata dan kertas kerja. Keberadaan Microsoft Office 2007 yang saya install menggunakan PlayOnLinux sudah hampir mencukupi. Kekurangannya hanya jika ada pekerjaan yang memerlukan integrasi aplikasi Office secara keseluruhan, misalnya memasukkan spreadsheet ke dalam Word, yang tidak bisa dilakukan. Jika menemui hal itu, saya menghidupkan komputer kedua, hehe.

Untuk urusan cetak-mencetak, bisa dilakukan melalui jaringan dan pengaturannya cukup mudah. Tinggal ke System > Administration > Printing, dan selanjutnya saya lupa, hehe. Yang saya ingat adalah mencari printer yang dishare di jaringan menggunakan samba. Saya menggunakan printer Samsung ML-2851ND yang dipasang di komputer dengan OS Windows. Driver sudah ada di database Ubuntu, tak perlu repot-repot menginstallnya. Beberapa kali mencetak, nggak ada masalah. Aal iz well.

Kapan Perusahaan Mengimplementasi Entreprise Resource Planning (ERP)

<Apabila anda bekerja di perusahaan-perusahaan besar sekelas Astra internasional, pertamina, Toyota manufacturing, danone, dan beberapa perusahaan lain tentu anda sangat familiar dengan kosakata ERP (enteprise resource planning). ERP adalah sebuah aplikasi terintegrasi berbasis computer yang digunakan untuk mengelola sumberdaya internal maupun eksternal, meliputi asset berwujud, keuangan, barang, dan sumber daya. Tujuan dari ERP ini adalah untuk memfasilitasi arus informasi di antara semua fungsi bisnis dalam lingkungan organisasi dan mengelola hubungan dengan pihak di luar perusahaan. Dengan dibangun pada database yang tERPusat dan menggunakan platform komputasi tertentu ERP dapat mengkonsolidasikan semua operasi bisnis dalam suatu system standar korporasi. (Bidgoli, 2004)
Ada banyak program ERP yang dikembangkan saat ini. Mulai dari yang proprietary hingga open source. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa memang software ERP yang open source tertinggal jauh dengan yang proprietary. Beberapa software ERP yang menguasi pasar ERP di dunia antara lain SAP, Oracle, The Saga Group, dan Microsoft. SAP dan oracle menguasai pangsa pasar ERP dengan market share masing-masing 30% dan 21%. (Bailor, 2007). Namun dunia ERP saat ini masih didominasi pertarungan antara SAP dan Oracle.
Sebuah ERP terdiri dari beberapa modul. Secara modular, software ERP biasanya terbagi atas modul utama yakni Operasi serta modul pendukung. Secara umum modul erp terdiri dari 4 hal: FI (firm information: accounting and finance), production and manufacturing, marketing and sales, human resources dan payroll. Sebuah perusahaan dimungkinkan untuk mengimplementasikan ERP itu beberapa modul saja, misalnya hanya modul fi saja, atau modul human resources saja. Bagi perusahaan penggunaan ERP ini akan mempunyai manfaat Integrasi data keuangan, Standarisasi Proses Operasi, Standarisasi Data dan Informasi.

Pertanyaan besar kemudian adalah apakah kapankah sebuah perusahaan harus mengimplementasikan sebuah ERP. Ada banyak pembahasan dan kajian yang membahas mengenai hal ini. Namun demikian, menurut saya simplenya adalah bahwa untuk mengimplementasikan ERP sebuah perusahaan harus mempertimbangkan masak-masak mengenai signifikasi penggunaan ERP tersebut. Apakah penggunaan ERP mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan profit. Hal kedua yang menjadi pertimbangan adalah masalah cost. Biaya untuk implementasi ERP ini sangat mahal. Mahal tidak hanya mulai dari harga license ERP yang bisa mencapai puluhan milyar tetapi juga untuk biaya support dan maintenance nya yang juga sangat mahal. Dengan demikian jelas bahwa perusahaan menengah yang omsetnya hanya puluhan milyar setahun sulit untuk menerapkan ERP.
Namun demikian perkembangan beberapa tahun terakhir baik SAP maupun oracle mengeluarkan paket ERP untuk UKM yang harganya jauh lebih murah dengan pengurangan fitur-fitur tentunya. SAP mengeluarkan software mySAP all in one dan oracle dengan business suitenya. Program ini mungkin menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan skala menengah yang ingin mencoba menggunakan ERP. Program ini menurut saya pribadi jauh lebih efektif daripada harus membeli ERP satu modul tertentu saja.

Bibliography
Bailor, Coreen. 2007. For CRM, ERP, and SCM, SAP Leads the Way. destinationcrm. [Online] 07 05, 2007. http://www.destinationcrm.com/articles/default.asp?ArticleID=6162.
Bidgoli, Hossein. 2004. The Internet Encyclopedia, Volume 1 . p. 707. s.l. : , John Wiley & Sons, Inc, 2004.

Meminimalisasi Penggunaan Software Bajakan

Berikut ini beberapa tips yang saya himpun untuk meminimalisasi penggunaan software bajakan dalam komputer.
  1. Ketika membeli komputer sebaiknya membeli yang sudah preinstalled dengan software asli. Tips ini khusus untuk pembelian laptop atau desktop branded (bukan rakitan). Membeli komputer yang sudah preinstalled dengan software bisa lebih murah daripada membeli komputer dan software secara terpisah.
  2. Sesuaikan aplikasi yang akan diinstall dengan kebutuhan. Anda mungkin tidak peduli dengan tampilan Aero di Windows, lalu untuk apa anda membeli Windows 7 Home Premium atau yang lebih tinggi yang harganya lebih mahal? Jika kebutuhannya hanya mengetik, membuat spreadsheet, dan presentasi untuk apa membeli aplikasi office yang lengkap?
  3. Membeli satu software yang bisa dipakai untuk beberapa user. Misalnya untuk penggunaan rumahan (bukan bisnis), Anda bisa menggunakan Microsoft Office Home and Student Version yang bisa dipakai untuk 3 user, yang berarti biayanya bisa dibagi bertiga.
  4. Membiasakan diri menggunakan software alternatif yang gratis. Misalnya menggunakan Open Office daripada aplikasi office yang berbayar.
  5. Migrasi ke open source software. Banyak open source software yang gratis, misalnya Ubuntu Linux yang bisa digunakan untuk menggantikan OS Windows.
  6. Sadarilah bahwa penggunaan software bajakan adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan.
Sebagai contoh, inilah spesifikasi laptop saya di rumah: Acer Aspire 4736 preinstalled with Microsoft Windows Vista Home Basic, Office: Microsoft Office 2007 Home and Student Version (asli dong), Open Office (free), Antivirus: Microsoft Security Essentials (free) dan avast Antivirus (free), Pengolah Gambar: Paint.net (free), Picasa (free), dan GIMP (free), CD/DVD burner bawaan dari Acer, Multimedia Player: Acer Arcade Deluxe (bawaan), Boxee, iTunes, Winamp, VLC Media Player (free). Yang bajakan: satu game favorit, hehe.
*Penyebutan merk-merk tertentu sekadar untuk contoh, bukan bermaksud untuk promosi, hehe.