Serat Sastrakuntansi

Tertulis neraca dengan akun pikiran dan hati

Mengilhami gerak gelora tak berkesudahan

Aku teriak dan air mata tak beriak

Aku senyum namun kata masih sejuk terkulum

 

Rugi laba tidak berlaku pada cinta

Audit pun tak dibutuhkan karena setia dan rasa percaya

Nikmatku menggenggam rindu

Nikmatku mengenang setiap jurnal memori kala itu

 

Aku tak bosan berganti periode

Sinetron yang punya banyak episode

Kau berikan banyak kode

Tak sering berubah seperti mode

 

Seperti kesabaran Bima pada Guru Durna

Lautan dikuras, gunung didaki demi air suci

Kesetiaan tanpa prasyarat apapun

Tanpa prasangka buruk apapun



Ketika Cinta Berjuang

Hati riang berbalut tenang
Tak hilang pandangku pada mahluk paras syahdu
Kenapa baru bertemu sekarang
Saat asaku hampir hilang

Mohonku memetik melati putih
Harumnya wangi semerbak kasih
Kan kuarungi tujuh samudera untuk taklukkan cinta
Pada edelweis dari puncak himalaya

Aku ingin membawamu ke tempat yang lebih indah dari mimpi
Lebih tinggi dari angan-angan tak bertepi
Ku ingin jadi pelindung saat mendung menggulung
Saat badai mengamuk siap meremuk
Saat halilintar siap menyambar dengan kasar

Aku tak ingin kau pergi
Pergi tanpa kata, tanpa janji
Aku ingin kita bersama seiring berjalan waktu
Menuju kenikmatan tak jemu

Maka ijinkan aku jatuh cinta
Pada bidadari bak tulang rusuk
Bukalah pintu biar ku masuk
Menemanimu sampai ujung usia

Sajak-sajak yang kutulis di atas kereta

TARAWIH TERAKHIR

Pada malammalam panjang
Saat orangorang istirah,
kita berserah
Memamah doa
mengasah hasrat
bercinta dengan Yang Maha Pemurah..
meski lelah, meski resah
kita tabah
Menyusuri Jazirah cinta-Nya
–bertirah-tirah

(tentu kita ingat, betapa kita melenakan waktu dengan hal yang tak bermanfaat. menimpakannya dengan shalat. sampai saat ia hendak berangkat, kita tersadar.. sesal hati menyesap. meninggalkannya dalam sepi.tanpa relung-relung yang terisi)

More

Kalibata dalam Sajak

Ramadhan di Mall (Kalibata)

Ramadhan di Mall. Orang-orang sibuk belanja. Tempat makan, resto-resto masih buka saja. Tirai pembatas cuma kamuflase. Orang-orang makan di dalamnya kelihatan jelas. Bikin sensi saja.
Seorang oriental memesan donat sama satu cup kopi panas. Dihirup, dimakan di tempat duduk yang tidak ada pembatasnya. Macam sekarang bulan biasa. Makan seenaknya.
Ramadhan bulan panas. Karena sedari subuh tidak minum. Paling enak ngadem di Mall. Belanja atau nonton film.
Namun, menurut syariat ini tidak baik. Pengunjungnya kurang ajar, makan di sembarang tempat, pakaian minim tidak menutup aurat. Kalau begini, bikin puasa minim pahala. Atau menambahnya, jika kita tahan godaannya.

Tak taulah, mending kita ke lantai tiga. Lihat film apa yang sedang tayang.
Bioskop satu: ada Salt yang diperankan artis cantik Angelina Jolie. Aku sudah menontonnya di bioskop amerika bersama teman. Lagipun, kalau kutonton, bisa bersyahwat karna Angelina Jolie itu.
Bioskop dua: The daybreakers. Sudah kutonton. Malah kudownload sendiri. Lagipun, film vampir-vampiran begitu bikin muak saja. Aku kan lagi puasa. Bioskop tiga sama empat tutup. Sedang renovasi.
Sudah, ke toko buku saja. Baca buku bermanfaat disana. Kalau perlu baca Al-Quran yang dipajang itu. Kasian.

More

Teruntuk (calon) wanita tangguh di negeriku Indonesia

: Mufidatunnisaa’ Kamila

|1|

Bintik merah, biang keringat di pipimu bikin gemas saja. Macam sukade pepaya yang manis nan memerah dalam roti panggang. Biarlah kucubit sejenak, tangismu sesaat setelahnya nanti kuredam dengan berjoget topeng monyet, berjingkrak-jingkrak, bermain cilukba sampai kau tertawa sesengkilan.

Aiih.. lucunya..

|2|

Adakah Tuhan menciptakan ciptaannya yang Terindah? Yang melengkung sempurna, tempat para lelaki rebah serta penyelaras nasab agar kita tidak punah.

Menyesapi tindak serta laku para laki, para ksatria, parajagoan tanpa tanding lagi perkasa.

Tegak bak sokoguru, penopang rumah tangga, penopang kuasa serta penopang bangsa lagi negara.

Perupa sejarah, menjadikannya mulia seperti ‘Aisyah, yang selalu ikhlas. Taat terhadap teman hidup dalam bahtera cinta meski goyang dalam gelinjang ombak prahara dalam negeri antah-berantah.

Adakah?

|3|

Jemari lentik, perangai lembut, penasehat santun, pasmina anggun, warna pink genit, pemikir taktis, pendengar penyabar, perawat dengan kasih sayang, peribadah taat, penjaga rumah tangga, penyayang mertua, penyukur dalam menerima, pekerja prima, penghemat belanja, peretas putus-asa, penyemangat derita: wanita yang luar biasa.

Pengkhianat pria (itu saja) : wanita celaka.

_______________________________

Previous Older Entries