Bercermin pada Mental “Gambaru” Jepang

 

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

 

Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang mengguncang Jepang pada Jumat (11/3) ternyata tidak mampu merusak mental masyarakat Jepang.  Meski bencana terburuk paska Perang Dunia II ini mengakibatkan kelangkaan makanan dan listrik, tidak seorang pun warga yang berhak mengeluh atas kondisi yang ada.  Masyarakat Jepang dengan penuh kesadaran berbaris rapi di depan toko-toko untuk mengantri jatah makanan.  Warga hanya diperbolehkan membeli 10 produk makanan atau minuman.  Namun tidak ada yang curang, tidak ada penjarahan. More